Senin, 14 November 2011

Wilayah Rawan Bencana Alam


BENCANA ALAM
Jenis Bencana Alam :
Bencana alam meteorologi
Bencana alam meteorologi atau hidrometeorologi berhubungan dengan iklim.[11] Bencana ini umumnya tidak terjadi pada suatu tempat yang khusus, walaupun ada daerah-daerah yang menderita banjir musiman, kekeringan atau badai tropis (siklon, hurikan, taifun) dikenal terjadi pada daerah-daerah tertentu.[11] Bencana alam bersifat meteorologis seperti banjir dan kekeringan merupakan bencana alam yang paling banyak terjadi di seluruh dunia.[11] Beberapa di antaranya hanya terjadi suatu wilayah dengan iklim tertentu.[11] Misalnya hurikan terjadi hanya di Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan bagian utara.[4] Kekhawatiran terbesar pada abad moderen adalah bencana yang disebabkan oleh pemanasan global.[11]
Bencana alam geologi
.
Bencana alam geologi adalah bencana alam yang terjadi di permukaan bumi seperti gempa bumi, tsunami, tanah longsor dan gunung meletus.[11] Gempa bumi dan gunung meletus terjadi di hanya sepanjang jalur-jalur pertemuan lempeng tektonik di darat atau lantai samudera.[11] Contoh bencana alam geologi yang paling umum adalah gempa bumi, tsunami dan gunung meletus.[11] Gempa bumi terjadi karena gerakan lempeng tektonik.[11] Gempa bumi pada lantai samudera dapat memicu gelombang tsunami ke pesisir-pesisir yang jauh.[11] Gelombang yang disebabkan oleh peristiwa seismik memuncak pada ketinggian kurang dari 1 meter di laut lepas namun bergerak dengan kecepatan ratusan kilometer per jam.[11] Jadi saat mencapai perairan dangkal, tinggi gelombang dapat melampaui 10 meter.[11] Gunung meletus diawali oleh suatu periode aktivitas vulkanis seperti hujan abu, semburan gas beracun, banjir lahar dan muntahan batu-batuan.[11] Aliran lahar dapat berupa banjir lumpur atau.kombinasi lumpur dan debu yang disebabkan mencairnya salju di puncak gunung, atau dapat disebabkan hujan lebat dan akumulasi material yang tidak stabil.[11]

A.WILAYAH RAWAN BENCANA ALAM

A.Wilayah Rawan Bencana Alam
        Wilayah rawan bencana (hazard region) adalah suatu kawasan dipermukaan bumi yang rawan bencana alam akibat prose alam maupun non-alami. Kerawanan bencana (hazard vulnerability) adalah tingkat kemungkinan suatu objek bencana untuk mengalami gangguan akibat  bencana alam.
Upaya untuk menanggulangi bencana alam ialah mengidentifikasi wilayah rawan bencana alam dengan cara memetakan wilayah rawan bencana dan risiko bencana.
Prinsip dasar pemetaan wilayah rawan bencana alam antara lain :
ü Menganalisis jenis dan sebaran wilayah rawan bencana.
ü Mengkaji sejarah atau peristiwa bencana alam yang pernah terjadi sebelumnya disuatu wilayah.
ü Menentukan zona dan tingkat bahaya dalam bencana.
ü Menentukan elemen yang paling rawan terkena bencana alam.
ü Memperkirakan risiko kerusakan akibat bencana alam.
B.Fungsi Pemetaan Wilayah Rawan Bencana Alam
        Fungsi pemetaan wilayah rawan bencana antara lain sebagai berikut :
a.    Menentukan rencana tindak lanjut atas wilayah yang berpotensi tinggi terkena bencana alam. Rencana tindak yang dapat dilakukan :
ü  Mitigasi bencana dan kesiap siagaan dalam menghadapi bencana alam.
ü  Sistem pemauntauan.
ü  Sistem peringatan dini.
ü  Pembuatan rencana kontijensi (Jalur dan lokasi evakuasi bencana alam)
ü  Pelaksanaan tanggap darurat. (emergency response)

b.    Melakukan perencanaan tata ruang wilayah sesuai karakteristik wilayah masing-masing.



 C. Karakteristik Bencana Alam diWilayah Rawan Bencana
     Bencana alam di Indonesia terjadi karena Indonesia memiliki karakteristik sebagai berikut :
ü  Posisi geografis Indonesia yang diapit oleh dua samudra besar dunia (Samudra Hindia & Pasifik)
ü  Posisi Geologis Indonesia pada pertemuan tiga lempeng utama dunia ( Lempeng Indo-Australia, Eurasia dan Pasifik)
ü  Kondisi permukaan wilayah Indonesia (relief) yang sangat beragam.

1.   Wilayah Rawan Bencana Alam Gempa

              Gempa bumi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada jenis dan ukuran gempa bumi yang di alami selama periode waktu. Gempa bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer. moment magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa bumi terjadi untuk seluruh dunia.skala rickter adalah skala yang di laporkan oleh observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitude. kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid. gempa 3 magnitude atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan besar nya 7 lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada kedalaman gempa. Gempa bumi terbesar bersejarah besarnya telahvlebih dari 9, meskipun tidak ada batasan besarnya. Gempa bumi besar terakhir besarnya 9,0 atau lebih besar adalah 9,0 magnitudo gempa di Jepang pada tahun 2011 (per Maret 2011), dan itu adalah gempa Jepang terbesar sejak pencatatan dimulai. Intensitas getaran diukur pada modifikasi Skala Mercalli .

Tipe gempa bumi

1.     Gempa bumi vulkanik ( Gunung Api ) ; Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempabumi. Gempa bumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.

2.    Gempa bumi tektonik ; Gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar.
Peta penyebarannya mengikuti pola dan aturan yang khusus dan menyempit, yakni mengikuti pola-pola pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang menyusun kerak bumi. Dalam ilmu kebumian (geologi), kerangka teoretis tektonik lempeng merupakan postulat untuk menjelaskan fenomena gempa bumi tektonik yang melanda hampir seluruh kawasan, yang berdekatan dengan batas pertemuan lempeng tektonik.
  1. Gempa bumi tumbukan ; Gempa bumi ini diakibatkan oleh tumbukan meteor atau asteroid yang jatuh ke bumi, jenis gempa bumi ini jarang terjadi
  2. Gempa bumi runtuhan ; Gempa bumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah pertambangan, gempabumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal.
  3. Gempa bumi buatan ; Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.

Penyebab terjadinya gempa bumi

Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa bumi akan terjadi.
Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut. Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.
Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa bumi (jarang namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi


Pemetaan Wilayah rawan gempa bumi di Indonesia
a.       Wilayah sangat aktif, memiliki magnitudo lebih dari 8 skala ritcher.
b.      Wilayah aktif, memiliki magnitudo 8-7 skala ritcher.
c.       Wilayah lipatan dan retakan, memiliki magnitudo kurang dari 7 skala ritcher.
d.      Wilayah lipatan dengan/tanpa retakan ,memiliki magnitudo kurang dari 7 skala ritcher.
e.       Wilayah gempa kecil, memiliki magnitudo kurang dari 5 skala ritcher.
f.       Wilayah stabil, yaitu wilayah yang tidak pernah mengalami gempa (tidak ada catatan sejarah gempa).

Tips Menghadapi Gempa Bumi

Bila berada didalam rumah:
  • Jangan panik dan jangan berlari keluar, berlindunglah dibawah meja atau tempat tidur.
  • Bila tidak ada, lindungilah kepala dengan bantal atau benda lainnya.
  • Jauhi rak buku, almari dan jendela kaca.
  • Hati-hati terhadap langit-langit yang mungkin runtuh, benda-benda yang tergantung di dinding dsb.
Bila berada di luar ruangan:
  • Jauhi bangunan tinggi, dinding, tebing terjal, pusat listrik dan tiang listrik, papan reklame, pohon yang tinggi, dsb.
  • Usahakan dapat mencapai daerah yang terbuka.
  • Jauhi rak-rak dan jendela kaca.
Bila sedang mengendarai kendaraan:
  • Segera hentikan di tempat yang terbuka.
  • Jangan berhenti di atas jembatan atau dibawah jembatan layang/jembatan penyeberangan.
Bila sedang berada di dalam lift:
  • Jangan menggunakan lift saat terjadi gempabumi atau kebakaran. Lebih baik menggunakan tangga darurat
  • Jika anda merasakan getaran gempabumi saat berada di dalam lift, maka tekanlah semua tombol
  • Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah
  • Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia






2.Wilayah Rawan Bencana Gunung Berapi.


Gunung berapi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Gunung berapi Mahameru atau Semeru di belakang. Latar depan adalah Kaldera Tengger termasuk Bromo, Jawa Timur, Indonesia.


Gempa bumi. Gunung berapi atau gunung api secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus.
Indonesia memiliki wilayah cukup banyak wilayah bencana letusan gunung berapi yang disebabkan oleh Indonesia terletak pada busur cincin api mediterania,dan busur api pasifik.Gunung berapi terdapat di seluruh dunia, tetapi lokasi gunung berapi yang paling dikenali adalah gunung berapi yang berada di sepanjang busur Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Busur Cincin Api Pasifik merupakan garis bergeseknya antara dua lempengan tektonik.
Gunung berapi terdapat dalam beberapa bentuk sepanjang masa hidupnya. Gunung berapi yang aktif mungkin berubah menjadi separuh aktif, istirahat, sebelum akhirnya menjadi tidak aktif atau mati. Bagaimanapun gunung berapi mampu istirahat dalam waktu 610 tahun sebelum berubah menjadi aktif kembali. Oleh itu, sulit untuk menentukan keadaan sebenarnya dari suatu gunung berapi itu, apakah gunung berapi itu berada dalam keadaan istirahat atau telah mati.
Apabila gunung berapi meletus, magma yang terkandung di dalam kamar magmar di bawah gunung berapi meletus keluar sebagai lahar atau lava. Selain daripada aliran lava, kehancuran oleh gunung berapi disebabkan melalui berbagai cara seperti berikut:
  • Aliran lava.
  • Letusan gunung berapi.
  • Aliran lumpur.
  • Abu.
  • Kebakaran hutan.
  • Gas beracun.
  • Gelombang tsunami.



Tingkat isyarat gunung berapi di Indonesia
StatusMakna/TindakanAWAS
AWAS (MERAH)
  • Menandakan gunung berapi yang segera atau sedang meletus atau ada keadaan kritis yang menimbulkan bencana
  • Letusan pembukaan dimulai dengan abu dan asap
  • Letusan berpeluang terjadi dalam waktu 24 jam/
  • Wilayah yang terancam bahaya direkomendasikan untuk dikosongkan
  • Koordinasi dilakukan secara harian
  • Piket penuh
SIAGA (OREN)
  • Menandakan gunung berapi yang sedang bergerak ke arah letusan atau menimbulkan bencana
  • Peningkatan intensif kegiatan seismik
  • Semua data menunjukkan bahwa aktivitas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana
  • Jika tren peningkatan berlanjut, letusan dapat terjadi dalam waktu 2 minggu/
  • Sosialisasi di wilayah terancam
  • Penyiapan sarana darurat
  • Koordinasi harian
  • Piket penuh
WASPADA (KUNING)
  • Ada aktivitas apa pun bentuknya
  • Terdapat kenaikan aktivitas di atas level normal
  • Peningkatan aktivitas seismik dan kejadian vulkanis lainnya
  • Sedikit perubahan aktivitas yang diakibatkan oleh aktivitas magma, tektonik dan hidrotermal/
  • Penyuluhan/sosialisasi
  • Penilaian bahaya
  • Pengecekan sarana
  • Pelaksanaan piket terbatas
NORMAL (HIJAU)
  • Tidak ada gejala aktivitas tekanan magma
  • Level aktivitas dasar/
v  Pengamatan rutin
v  Survei dan penyelidikan

DAERAH RAWAN BENCANA BANJIR

              Bencana banjir sering melanda Indonesia antara lain daerah dataran-dataran rendah.Daerah pulau jawa yang rawan terkena banjir adalah Jakarta dan sekitarnya,daerah pesisir pantai utara jawa, dan sebagian kecil daerah dipedalaman Jawa. Wilayah rawan banjir di Jawan Barat sebagian besar tersebar diwilayah pantai utara, seperti daerah pesisir pantai Jawa bagian bagian barat laut (Subang, Purwakarta, dan Karawang). Daerah pedalaman Jawa Barat juga mengalami banjir seperti Bogor , Sukabumi, Ciamis, Kuningan dan Majalengka.
Tingkat kerawanan Banjir :

v  Daerah Tidak Rawan Banjir, yaitu daerah yang tidak pernah tergenangi air banjir.
v  Daerah Rawan Banjir Rendah, yaitu daerah yang setiap 1-2 th sekali terkena banjir.
v  Daerah Rawan Banjir sedang, yaitu daerah yang setiap1-2 th sekali terkena banjir dgn lamanya 1-2 hari dan kedalamannya 0,5-0,1 meter.
v  Daerah Rawan Banjir Tinggi, yaitu daerah yang setiap tahunnya terkena banjir selama 2-15 hari dgn kedalaman 0,5-2,0 meter.
v  Daerah Rawan Banjir sangat tinggi, yaitu daerah yang pemanen terkena banjir selama 8-12 bulan kedalamannya 0,5-3,0 meter.

DAERAH RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR.

              Longsor atau gerakan tanah meruapakn salah satu bencana geologis yang disebabkan oleh peristiwa alam maupun perilaku manusia. Menurut pusat Vulkanologidan Mitigasi bencana Geologi, tanah Longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa bantuan ,bahan rombakan,tanah atau material campuran yang bergerak ke bawah atw keluar lereng. Melalui citra satelit, diketahui bahwa wilayah rawan bencana tanah longsor terdapat dibagian selatan Jawa. Jawa Barat dan Banten bagian selatan merupakan wilayah lain dipulau Jawa. Longsor di Jawa barat dan Banten ini dipengaruhi oleh kondisi fisik wilayahnya (topografi). Daerah dengan topografi kasar berpotensi longsor lebih besar daripada daerah bertopografi datar. Hal ini disebabkan oleh kondisi tanah atau lahan yang miring (curam) akan lebih mudah terkena erosi dan longsor daripada kondisi tanah atau lahan yang datar.

DAERAH RAWAN BENCANA KEBAKARAN HUTAN

               Wilayah potensial rawan kebakaran hutan di Indonesia  tersebar di beberapa daerah di Sumatra , Kalomantan, dan Jawa. Daerah yang mudah tersulut api (Fine Fuel Moisture Code/FFMC) terdapat di delapan daerah rawan kebakaran hutan/lahan di pulau Sumatra (Riau,Jambi,Sumatra Selatan,dan Lampung), serta empat provinsi di Kalimantan.

DAERAH RAWAN BENCANA ALAM TSUNAMI



Wilayah Rawan bencana Tsunami di Indonesia antara lain, Nanggroe Aceh Darusalam ,Sumatera utara , Sumatera Barat ,Bengkulu ,Lampung ,Banten ,Jawa Barat bagian Tengah dan Selatan, Jawa Timur bagian Selatan, Bali, NTT, Sulawesi utara, Sulawesi Tengah,Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku Selatan, Biak dan Yapen (Papua/Irian) ,Balikpapan, dan Sekurau (Kalimantan Timur),Palu (Sulawesi Tengah), Talaud (Sulawesi Utara), dan Kendari (Sulawesi Tenggara).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar